Monday, January 22, 2018

HUJAN SEHARIAN, Cerpen karya Rr. Sri Indrati



JUDUL           : HUJAN SEHARIAN
KARYA         : SRI INDRATI
MENGUBAH PUISI YANG BERJUDUL HUJAN SEHARIAN MENJADI SEBUAH CERITA

            Pada musim hujan begini aku paling senang, karena bisa bermain hujan sepuasku. Bapak dan ibu tidak pernah tahu kalau aku senang bermain hujan. Bapak dan Ibu jarang di rumah karena sibuk
bekerja. Hari ini sejak pagi, siang aku pulang sekolah hujan deras terus menerus. Baju seragamku basah kuyup, kujemur seharianpun hingga pagi belum kering.
            Sejak dulu aku tidak punya baju banyak, baju seragamku hanya satu. Setelah dicuci, kering, dipakai lagi. Hal itu tidak menjadi masalah bagiku, yang penting aku tetap bersemangat ke sekolah, walau baju seragamku hanya satu.
            Aku sangat sering kehujanan. Apalagi musim hujan begini. Pagi berangkat sekolah kehujanan, pulang juga kehujanan. Aku tidal memiliki payung. Pergi ke sekolah aku hanya berjalan kaki. Tentu saja sering kehujanan. Tetapi aku merasa heran, karena aku tidak pernah sakit karena kehujanan. Bahkan aku merasakan sendiri, air hujan terasa segar mengguyur tubuhku. Tubuhku memang sudah kebal dengan air hujan.
            Aku memang anak orang yang tidak mampu. Bapakku tukang becak, dan ibuku penjual gorengan keliling. Rumahku bukanlah rumah sendiri. Bapakku mengontrak hanya satu kamar untuk kami sekeluarga. Semua sesrba terbatas, tidur, makan, melakukan apa saja dalam satu kamar. Atap kamar sebagian bocor kalau kehujanan. Tidurpun aku sering kehujanan.
            Air hujan bagiku adalah anugerah dari Tuhan, yang patut aku syukuri. Aku merasakan air hujan benar-benar segar menyiram tubuhku.

No comments:

Post a Comment