JUDUL : KETIKA BAPAKKU
SAKIT
KARYA : SRI INDRATI
MENGUBAH
PUISI YANG BERJUDUL KETIKA BAPAKKU
SAKIT MENJADI SEBUAH CERITA
Sudah seminggu aku tidak masuk sekolah
merawar bapakku yang sedang sakit. Batuknya kambuh lagi, badannya kurus dan
pucat dimakan penyakit. Batuk yang terus-menerus tiap malam.
Sudah seminggu
tidak mengayuh becak, berarti sudah seminggu pula tidak ada penghasilan. Ibuku
hanya menangis saja. Hasil berjualan gorengan hanya bisa untuk makan seadanya.
Aku sebagai anak sulung mengajak
kedua adikku untuk berjualan pisang goreng. Ibuku tidak bisa berjualan karena
merawat bapakku yang sedang sakit. Aku selalu berharap pisang goreng cepat
habis, agar bisa membeli obat untuk bapakku.
Tono sahabat karibku di sekolah
datang ke rumah menanyakan keadaanku. Kenapa aku tidak masuk sekolah selama
seminggu ini. Tak lupa dia membawakan buku catatan sekolah selama seminggu.
Tono memang teman terbaikku. Sebagai hadiah dan ucapan terimakasih atas
kebaikan Tono, kuberikan dua pisang goreng. Kedua adikku protes, karena pisang
goreng itu adalah jatah sarapan pagi mereka, sejak pagi mereka belum makan.
Sudahlah adik-adikku, sementara ini
tidak masalah kita kelaparan, yang penting sekolah tetap nomor satu, agar
cita-citaku menjadi orang berjas dan berdasi tercapai. Bila nanti cita-citaku
tercapai, akan kuberikan sekeranjang pisang goreng untuk kalian adikku yang
manis.
No comments:
Post a Comment