Monday, January 22, 2018

CITA-CITAKU, Cerpen karya Rr. Sri Indrati



JUDUL           : CITA-CITAKU
KARYA         : SRI INDRATI
MENGUBAH PUISI YANG BERJUDUL CITA-CITAKU MENJADI SEBUAH CERITA

            Tadi ketika di sekolah pelajaran bimbingan dan konseling, guruku bertanya tentang cita-citaku yang harus ditulis di buku pribadi setiap siswa. Aku langsung menjawab, ingin menjadi seorang
“juragan becak”. Karena ayahku pekerjaannya adalah sebagai tukang becak.
            Guruku bertanya kepadaku, kenapa aku ingin menjadi juragan becak. Karena sepengetahuanku bapakku hanyalah seorang tukang becak, yang tidak mempunyai becak sendiri. Setiap hari harus setor ke juragan becak, karena bapakku menyewa becak di juragan becak. Alangkah enaknya bila aku besar nanti mempunyai becak yang banyak, dan keempat adikku akan kuberi becak satu-satu.
            Guruku masih bertanya-tanya mungkin juga heran mendengar cita-citaku. Lalu kujelaskan padanya, betapa sulitnya mencari nafkah sebagai tukang becak saat ini. Hampir semua orang memiliki kendaraan sendiri. Mencari penumpang sangat sulit, apalagi harus antri berjam-jam membutuhkan waktu dan tenaga. Uang yang didapat tidak seberapa. Itupun sebagian harus di setor ke juragan becak setiap hari.
            Itulah sebabnya aku ingin menjadi juragan becak, yang tinggal menerima uang saja. Bapakku hanyalah tukang becak. Aku benar-benar tahu kehidupan tukang becak, karena aku anak tukang becak. Aku bisa merasakan keprihatinan menjadi anak seorang tukang becak.

No comments:

Post a Comment