JUDUL :
CITA-CITAKU
KARYA :
SRI INDRATI
MENGUBAH PUISI YANG BERJUDUL CITA-CITAKU MENJADI
SEBUAH CERITA
Tadi
ketika di sekolah pelajaran bimbingan dan konseling, guruku bertanya tentang
cita-citaku yang harus ditulis di buku pribadi setiap siswa. Aku langsung
menjawab, ingin menjadi seorang
“juragan becak”. Karena ayahku pekerjaannya
adalah sebagai tukang becak.
Guruku
bertanya kepadaku, kenapa aku ingin menjadi juragan becak. Karena sepengetahuanku
bapakku hanyalah seorang tukang becak, yang tidak mempunyai becak sendiri.
Setiap hari harus setor ke juragan becak, karena bapakku menyewa becak di
juragan becak. Alangkah enaknya bila aku besar nanti mempunyai becak yang
banyak, dan keempat adikku akan kuberi becak satu-satu.
Guruku
masih bertanya-tanya mungkin juga heran mendengar cita-citaku. Lalu kujelaskan
padanya, betapa sulitnya mencari nafkah sebagai tukang becak saat ini. Hampir
semua orang memiliki kendaraan sendiri. Mencari penumpang sangat sulit, apalagi
harus antri berjam-jam membutuhkan waktu dan tenaga. Uang yang didapat tidak
seberapa. Itupun sebagian harus di setor ke juragan becak setiap hari.
Itulah
sebabnya aku ingin menjadi juragan becak, yang tinggal menerima uang saja.
Bapakku hanyalah tukang becak. Aku benar-benar tahu kehidupan tukang becak,
karena aku anak tukang becak. Aku bisa merasakan keprihatinan menjadi anak
seorang tukang becak.
No comments:
Post a Comment